Syifa Dan Ibramovich 5
19 12 2007“ Komandan……………. “ sapa seorang prajurit. Aku tersenyum ke arahnya
“ Ada yang dapat saya lakukan untuk anda ?” lanjutnya kemudian
“ Tidak, teruskan saja tugasmu, aku hanya ingin melihat-lihat “
“ Siap Komandan “ dia berlalu dan kembali melanjutkan tugasnya. Setelah lama berjalan tanpa tujuan, kakiku terasa sangat lelah. Sudah begitu jauh aku meninggalkan pos penjagaan lagipula matahari sudah hampir menenggelamkan dirinya di ufuk barat cakrawala. Aku menyandarkan tubuhku disebatang pohon. melunjurkan kaki dan menengadahkan kepala menatap lagit yang terlihat makin menjingga. Kunikmati suasana senja yang telah lama keindahannya kulupakan. Setelah puas menikmati udara yang meskipun masih berbau amis keegoisan, aku memutuskan untuk pulang, namun baru beberapa langkah aku meninggalkan tempat itu, aku tersentak dengan suara rintihan yang amat pelan. Aku melihat sekelilingku berusaha mencari sumber suara yang kudengar. Aku berbalik dan berjalan maju, suara itu terdengar semakin dekat dan…Ya Tuhan….seorang gadis kecil !!!!
Aku kembali melihat sekelilingku, kalau-kalau ada tentara yang melintas, namun sepertinya sinar sang surya memang berencana untuk menyelamatkan nyawa anak ini. Sesaat aku sempat kebingungan tentang apa yang harus kulakukan, rasanya bukan keputusan tepat jika harus membawanya pulang ke tenda, karena aku yakin dia bukan anak dari bangsaku, dengan kata lain, besar kemungkinan dia adalah korban dari serangan mendadak itu. Setelah lama berpikir, aku memutuskan untuk membawanya ke tempat latihan prajurit yang telah lama tak digunakan. Kugendong gadis kecil yang tak sadarkan diri itu dengan hati-hati sekali. Kenudian kubaringkan didalam pondok yang biasa dijadikan tempat beristirahat para prajurit. Kuraih senter kecil dari kantong sweaterku, dan kuarahkan kewajahnya yang terbaring lemas. Oh……. Tuhan… Wajah ini !!!!
…………….Shelma !!!!!!!!! selengkapnya
Comments : Leave a Comment »
Categories : cerpen
Copy paste
17 12 2007hari ini nih hari kebingungan yang ke 1 minggu ini, kenapa kok bingung? karena ndakada target yang harus di buat, terus pergi ketemen lama ndak ada sambutan hangat seperti biasa, pergi kemana mana bingung yang mau tak mau buka blog lama terus copy paste dah. biaR penuh maksutna blog ini nih. heheheheheheh
Comments : 3 Comments »
Categories : My Day
ini milikmu Mama
17 12 2007“Rosa, bangun.. Sarapanmu udah mama siapin di meja.” Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah berubah. “Mama sayang. ga usah repot-repot ma, aku sudah dewasa.” pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku.. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca.. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah.. Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.
Comments : Leave a Comment »
Categories : cerpen
Burung Gagak
17 12 2007Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, “Nak, apakah benda itu?” “Burung gagak”, jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi
mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, “Itu burung gagak ayah!” Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi soal yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan persoalan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, “BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
Comments : Leave a Comment »
Categories : cerpen
CinTa 100 HAri
17 12 2007Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: “Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku.”
Peter: “kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang.” (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina: “Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?”
Peter: “Eh? permainan apaan?”
Comments : Leave a Comment »
Categories : cerpen


ls -alF | grep komentar