nih artikel dei comot dari salah satu media besar di indonesia, danartikel ini akan membahas salah satu karya cipta -Nya,yaiut kumbang pohon atau bahasa latinnya Librodor japonicus, kumbang ini hidup dari mengisap cairan batang pohon oak. Pakar ekologi evolusi Takahisa Miyatake dari Universitas Okayama Jepang membagi strategi kumbang yang dapat ditemui di seluruh wilayah Jepang tersebut menjadi tiga golongan berdasarkan ukuran tubuhnya.
Kumbang jantan yang berukuran besar mengandalkan kekuatan capit rahangnya untuk bertarung. Mereka biasanya menunggu di lokasi yang sering didatangi kumbang betina, misalnya sumber makanan. Kumbang yang lebih kecil akan diusir dari lokasi tersebut.
Meski kalah besar, kumbang yang berukuran sedang memiliki sayap lebih besar. Dengan demikina, kumbang sedang punya kemampuan terbang lebih jauh dan lama untuk mencari lokasi-lokasi berkumpulnya kumbang betina yang tidak dijamah kumbang paling besar.
Sementara kumbang yang paling kecil gimana, capitnya kecil, sayapnya kecil, badanya kecil, tapi jangan salah bro tuhan memberinya “kelebihan” dia memiliki testis paling besar di antara pesaingnya (tanpa ma’ erot lo :p). Kelompok ini berani bersaing dengan kumbang besar meski tak berhadap-hadapan langung. Mereka mencuri-curi kesempatan merayu kumbang betina saat kumbang besar tak ada di dekatnya. swet swet
Peluangnya kawin dan mendapat pasangan mungkin tak kalah. Sebab, testis besar menunjukkan bahwa kumbang jantan tersebut menghasilkan sperma lebih banyak yang berpotensi menghasilkan lebih banyak keturunan.
nah kan adil bukan, jadi jangan takut tidakdapat pasangan.

Bused…
Wahaha,
wah.. kenak sensor pemerintah nda’ nih..?
## hmmm biar pemerintah yang nentuin :p
Kenak keknye bang…..
#muach