apa bah, bohong tuh jadi binun, kata orang kan mengungkapkan sesuatu yang tidak sebenarnya dengan fakta.
betulkan nah pertanyaan saya bohong tuh dosa kata orang, betulkan dosa? tapi naon orang orang masih banyak bohong yah, kalo ndak dengan ortu, saudara, temen, bahkan “kikuk-kikuk“nya. banyak orang juga bilang kalo dia itu jujur sejujurnya, gimana bisa bilang jujur la wong apa yang dikatakannya itu jelas-jelas “ngeramput” adanya. contoh ketika bilang pak minta jajan utuk sekolah, padahal jelas hari itu libur cuma bukan libur nasional, atau dek jangan bilang papa yang “lebih parah malah ngajarin adeknya bohong” padahal notabane dia bilang ke ortu mau ngajarin adiknya yang benar benar, sekali kita bohong itukan sudah banyak memakan korban, ya bohong diri sendiri, ya bohong pada orang lain, ya mencoba bohong pada Nya.
di tambah lagi di negri kita tercintah ini banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak pembohong, seperti koruptor dia udah bohong ke rakyat, keatasan, ke bawahan dan ke Atas. mereka bilang babibu ituk ini untuk itu bullshit.
tapi tak usah jauh jauh lah kita sendiri aja lah yakin udah jujur, karena bohon kan bukan hanya dipicu karena rasa bersalah dan takut akan hukuman, bisa jadi karena tidak enak “kebudayaan timur” contoh ehh aku gemuk ndak? terus karena niat melindungi temen.contoh dimana temen kamu tadi? “temennya abis ngerampok” jawaban nya entah. dan lain-lain.
terus kalo kita punya temen, dan suatu saat ade temen yang lain bilang, kamu apakan temen mu tuh kok jadi tak terurus gitu jadinya, kita jawabnya ndak ku apa-apakan, terus si temen kita yang pertama tadi merasa kalo temenan dengan kita itu asik aja tidak merasa terbebani, tapi secara tidak sadar dia sudah melupakan dirinya sendiri dan idup hanya buat kita doang”dibilangin suruh biasa juga ndak mau“. nah di situasi seperti ini kita bisa bohong juga kan, kita bilang kamu itu bla bla bla bla bla bla bla sampai si temen tadi benciiiii dengan kita, nah setelah si teman tadi benci dengan kita kembali lagi dah idupnya terurus, terawat, dll. nah padahal bla bla bla bla bla bla tadi itu semua hanya rekayasa belaka, untuk biar, agar dia benci dengan kita. apakah hal seperti atau bohong seperti itu juga jelek? jadi bohong dosa, ndak dosa atau ada bohong yang dosa dan ndak dosa.
binun, kasih ide dunk bro
ls -alF | grep komentar