“ Komandan……………. “ sapa seorang prajurit. Aku tersenyum ke arahnya
“ Ada yang dapat saya lakukan untuk anda ?” lanjutnya kemudian
“ Tidak, teruskan saja tugasmu, aku hanya ingin melihat-lihat “
“ Siap Komandan “ dia berlalu dan kembali melanjutkan tugasnya. Setelah lama berjalan tanpa tujuan, kakiku terasa sangat lelah. Sudah begitu jauh aku meninggalkan pos penjagaan lagipula matahari sudah hampir menenggelamkan dirinya di ufuk barat cakrawala. Aku menyandarkan tubuhku disebatang pohon. melunjurkan kaki dan menengadahkan kepala menatap lagit yang terlihat makin menjingga. Kunikmati suasana senja yang telah lama keindahannya kulupakan. Setelah puas menikmati udara yang meskipun masih berbau amis keegoisan, aku memutuskan untuk pulang, namun baru beberapa langkah aku meninggalkan tempat itu, aku tersentak dengan suara rintihan yang amat pelan. Aku melihat sekelilingku berusaha mencari sumber suara yang kudengar. Aku berbalik dan berjalan maju, suara itu terdengar semakin dekat dan…Ya Tuhan….seorang gadis kecil !!!!
Aku kembali melihat sekelilingku, kalau-kalau ada tentara yang melintas, namun sepertinya sinar sang surya memang berencana untuk menyelamatkan nyawa anak ini. Sesaat aku sempat kebingungan tentang apa yang harus kulakukan, rasanya bukan keputusan tepat jika harus membawanya pulang ke tenda, karena aku yakin dia bukan anak dari bangsaku, dengan kata lain, besar kemungkinan dia adalah korban dari serangan mendadak itu. Setelah lama berpikir, aku memutuskan untuk membawanya ke tempat latihan prajurit yang telah lama tak digunakan. Kugendong gadis kecil yang tak sadarkan diri itu dengan hati-hati sekali. Kenudian kubaringkan didalam pondok yang biasa dijadikan tempat beristirahat para prajurit. Kuraih senter kecil dari kantong sweaterku, dan kuarahkan kewajahnya yang terbaring lemas. Oh……. Tuhan… Wajah ini !!!!
…………….Shelma !!!!!!!!! selengkapnya
ls -alF | grep komentar