“ ….melakukan bom bunuh diri di Jerussalem, tepat beberapa meter dari rumahmu. Seluruh kelurgamu meninggal ditempat, kecuali Shelma. Dia sempat dibawa kerumah sakit, namun meninggal diperjalanan….”
“ Tuhan……”
Saat itu aku tak dapat mendengar lanjutan kata-kata yang diucapkan oleh Kapten Benyamin Tak ada lagi air mata yang dapat kubendung, tubuhku serasa lunglai. Entahlah tak ada yang dapat kugambarkan dengan kata-kata, hanya hatiku yang dalam sekejap serasa terbang bersama ucapan Kapten Benyamin. Bayangan wajah Shelma yang lembut kembali berkelebatan bersama kenangan-kenangan terindah kami. Tuhan………………………..

ls -alF | grep komentar