ora sare

28 03 2007

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor.
Telah lewat pukul 11 malam.
Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.

Ah, hari yang menjemukan saat itu.
Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah.
Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah. Badan yang lelah ditambah
dengan “acara” kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung.
Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai
tenda sederhana.

 

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor.
Telah lewat pukul 11 malam.
Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.

Ah, hari yang menjemukan saat itu.
Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah.
Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah. Badan yang lelah ditambah
dengan “acara” kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung.
Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai
tenda sederhana.

Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang

sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.

Dia menyilahkan saya duduk. “Disini saja dik, daripada kehujanan…,”
begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.

Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian
yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan
tendanya, saya berkata, “tolong bikin mie goreng pak, di makan disini
saja.”

Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak
sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah
pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu
sebentar.

Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera
saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula
canggung
mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, “Wah hujannya tambah deras nih,
orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?” Bapak itu menoleh kearah
saya,
dan berkata, “Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya..” katanya sambil
menghisap rokok dalam-dalam.

“Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?”
kata saya, “Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?”
Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja tak banyak yang membeli kalau
hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah
sedih.
Namun, agaknya saya keliru…

“Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu
katanya. “Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan
begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah.
Yah,
walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya.”

Bapak itu melanjutkan, “Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung
kalau besok masih hujan…..”.

Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, “Gusti Allah ora
sare”.
Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat
hamba-hamba-Nya.
Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya
punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu.
Maknanya
terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan
saya
di hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi
banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa
materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga
berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya
cuma

harus bersabar.
Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya
bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah
bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi
petaka, namun derai itu pula yang menjadi
harapan
bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang
mogok.
Hmm…saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu
pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak dibenak
saya.
“Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat” Untunglah,hujan telah

reda, dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya
kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare….. Gusti Allah Ora
Sare…..

Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan
saya.
Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan
cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya
lewat
hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi
semakin banyak belajar. Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini
dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering
berharap, saat saya bertambah
usia,
harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya
ingin
ada hal yang menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam
setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan
memaknai
hikmah kehidupan.
Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap
belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan
istimewa.

Aku berdoa agar diberikan kekuatan…
Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan…
Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.

Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…
Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar
dari-Nya.

Aku berdoa agar diberikan keberanian…
Namun, Allah memberikanku persoalan agar aku mampu menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…..
Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat
berbagi dengannya.

Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan…
Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat
memanfaatkannya.

Sahabat, terima kasih telah membaca.
Silahkan memforward email ini ke sahabat2mu, yang engkau cintai dan
teman-teman lain. Bagi dan berikanlah yang terbaik untuk mereka.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s




%d bloggers like this: